KKN (2)
Aku menulis ini di malam hari, setelah minum obat, dan ketika mulai mengantuk. Jadi, aku akan menulis secukupnya saja. Jika kemudian ternyata banyak yang salah serta tidak sesuai, aku tidak peduli.
Hari ini hari yang melelahkan(seperti biasanya). Aku bangun di pagi hari dan berangkat ke kampus. Selanjutnya, masih harus melakukan perjalanan lagi ke tempat KKN di Pakis nun jauh di sana(terima kasih mas faza, tanpamu aku tidak akan sampai pakis). Sesampainya di Pakis, lagi-lagi aku masih harus berkutat dengan hawa dingin yang cukup membuat hasrat kencing meningkat berkali-kali lipat. Untungnya, semua itu terbayarkan dengan suasana yang nyaman dan entah mengapa, terasa menenangkan(marai ngantuk).
Di pakis, aku berkumpul tidak hanya dengan kelompok KKNku saja, tapi kini kami menjadi satu kelompok besar gabungan dari tiga kelompok yang ada sebelumnya. Ini bukan hari pertama aku kumpul dengan mereka, jadi aku merasa baik-baik saja. Sebelumnya, jujur saja aku merasa khawatir gangguan kecemasanku akan kambuh. Untungnya, seperti teman-teman satu kelompok KKNku, teman-teman satu kelompok besar ini ternyata juga menyenangkan dan seru. Aku merasa cocok dengan mereka.
Di hari ini aku juga mengalami perkembangan yang sangat baik. Aku sudah bisa berbicara di depan umum(setidaknya di depan pak kadus, sambil merokok pula wkwkwk). Awalnya aku merasa dijebak(sumpah kalian jahat). Bagaimana tidak, aku menjadi satu-satunya manusia berjenis kelamin laki-laki dalam rombongan untuk sowan kepada bapak-bapak kadus di dusun bawah. Sebagai minoritas dalam kelompok, juga sebagai seorang laki-laki(dalam budaya maskulinitas yang masih kental) aku yakin pasti akan mendapat tugas sebagai juru bicara.
Aku sudah menolak sebisanya, tapi kalian tetap memaksaku(B*** kalian). Harga diriku menjadi seakan tertantang. Adrenalinku meningkat. Akhirnya aku mengeluarkan kemampuan berbahasa-jawa-sopan ku yang sangat-sangat minimalis ditengah gangguan kecemasan yang mulai muncul(Pakis sudah dingin, ditambah kecemasan aku merasa seperti terkurung di dalam freezer). Pada akhirnya yang keluar dari mulutku adalah bahasa campuran antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia, serta alur berbicara yang tidak tertata dengan baik. Sangat kacau dan memalukan. Aku juga lemas dan gemetaran. Untung ada kacamata hitam milik mbak….(mohon maaf mba aku lupa nama anda) jadi aku tidak terlalu tampak lemah. Setelahnya, perlahan aku mulai membaik dan (sebagaimana sebelum-sebelumnya) aku baik-baik saja.
Pada intinya, lewat tulisan di jurnal-pribadiku ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman(baru ataupun lama)ku di kelompok besar KKN. Jujur aku tidak bisa menyebut nama kalian satu persatu(banyak sekali woy). Pokoknya terima kasih telah membantuku mengatasi kecemasanku. Terima kasih telah membantuku menjadi lebih baik. Lovyu gaes.
Mohon maaf aku seringkali salah dan lupa menyebut nama kalian, tapi meskipun begitu aku kenal kalian kok. Bukan apa-apa, aku memang kesulitan menghafal nama orang(ini beneran, sumpaahhhh). Apalagi jumlah kalian sangat banyak, 28 orang. sekali lagi 28 orang!!! luar biasa kan? Jumlah nabi dan rasul yang perlu kita hafal saja cuma 25 orang. Jadi mohon dimaafkan dan dimaklumi ya teman-teman.
Ohiya, terima kasih khusus kepada mbak daraaa yang telah bersedia memboncengku ketika menemui pak kadus. Anda mbak ketua yang baik. Semoga hari-hari anda menyenangkan.