Beberapa cerita yang ingin aku bagikan dengamu

Bulan januari terasa lama sekali. Aku merasa telah melewati banyak hari tetapi hingga saat ini masih perlu beberapa hari lagi untuk mengakhiri januari. Meski aku sendiri tak tahu mengapa aku ingin segera mengakhiri januari. Aku hanya merasa waktu berjalan sangat lambat. Ah entahlah, meski lambat aku rasa aku tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Aku bingung (atau lebih tepatnya aku malas) menulis skripsi. Aku juga kembali didera kecemasan tidak jelas. Jadi kuputuskan untuk menulis tulisan ini saja.

Apakah kamu pernah berpikiran mengapa kita hidup? pernahkan kamu mencari alasan atau tujuan mengapa kita tak mengakhiri hidup ini(selain ketakutan akan bayangan tentang kematian)?

Beberapa waktu terakhir ini aku sempat memikirkan hal itu. Bahkan, jujur saja, aku sempat berpikiran untuk mengakhiri hidup. Hanya dipikiran tentu saja. Untuk melakukan hal sebenarnya, aku belum memiliki alasan yang cukup kuat. Dalam proses itu, entah mengapa aku malah menemukan beberapa hal yang membuatku kembali bersemangat untuk tetap hidup.

Ketika berkendara menuju kantor, aku menyadari bahwa garis batas antara hidup dan mati itu tipis. Aku berkendara di lajur kiri namun sedikit menengah, sangat dekat dengan garis marka. Saat itu, ketika merasakan hempasan angin dari kendaraan di lawan arah di lajur kanan yang biasanya terasa biasa saja, kali ini terasa berbeda. Aku membayangkan bagaimana jika motor yang aku tunggangi tiba-tiba oleng ke kanan atau sebaliknya, kendaraan di lajur kiri tiba-tiba oleng ke arahku. Sebab kami hanya dipisahkan garis putih. Kami hanya dipisahkan cat, yang tentu saja tidak sanggup menghalangi apa-apa. Aku takjub bagaimana kami bisa tetap di jalur kami masing-masing.

Beberapa waktu kemudian, aku kecelakaan. Ketika itu sebuah mobil yang ada di jalur kanan, tiba-tiba berbelok ke kiri dan menabrakku. Aku yang kaget hanya terdiam. Momen itu terasa begitu cepat. Seperti blip. Tiba-tiba aku sudah berhenti di belakang mobil itu. Kulihat motorku rusak parah dan begitu pula bumper sebelah kanan mobil. Anehnya, aku baik-baik saja. Aku merasa sangat beruntung. Aku juga jadi teringat beberapa kecelakaan lain yang aku alami. Semuanya tak kalah mengerikan dibandingkan kecelakaan saat ini. Aku pernah hampir terlindas truk. Tergencet bus. Bahkan terpeleset masuk ke jurang. Beruntungnya aku tak apa hingga saat ini. Aku jadi sadar bahwa memang ini belum waktuku untuk mati. Aku masih harus tetap hidup. Aku tak perlu takut dengan apapun. Jika memang belum waktuku, keberuntungan-keberuntungan itu akan terus berulang.