CINTA (2)
Ini cinta, setumpuk rasa tanpa pola
sebongkah indah, tanpa denah
ia absurd, tidak objektif, dan barangkali fiktif
ia tidak rasional, labil, sangat emosional
ia tanpa pendahuluan, alasan, atau penjelasan
ia tidak terukur, ternilai atau terkekang pada bentuk nominal
ia bukan hubungan transaksional
ia bukan aku mencintaimu lalu kamu mencintaiku
ia tidak perlu deklarasi, proklamasi, atau janji mengikat diri sehidup semati
ia bukan aku mengunjungimu seminggu sekali, lalu kita makan sambil sesekali bercanda
ia juga bukan tentang aku dan kamu saling mengirimkan doa ataupun tentang aku dan kamu yang bertukar cerita
ia di batas tiada
mendebarkan sejak dari semula
menghidupkan sejak dari adanya