KKN (5)
Aku menulis ini setelah bangun tidur, sarapan, dan meminum antidepresan. Sebelumnya aku tak lupa bersyukur sekaligus bersedih karena masih hidup. Mau tidak mau, aku harus menikmatinya. Kali ini aku akan mengawali hari dengan menceritakan pengalaman KKNku(seingatku).
Tepat tanggal 12 lalu, KKN kami sudah selesai. Puji syukur laporan juga selesai hari itu juga. Sebagai sekretaris satu aku merasa sangat berhak sombong(Mohon maaf mbak annisa, kamu boleh ikut sombong juga). Meski aku pribadi tidak puas dengan KKN yang aku lakukan, tapi aku sadar itu diluar kemampuanku(atau kemampuan kami), jadi yasudahlah(namanya juga unitduaarrr!!!). Aku hanya mencari nilai, dan aku dapatkan itu. That’s it That’s All (Meski secara moral aku merasa sangat sedih, gagal, serta tidak berguna, KKN macam apa ini???? Kampus gimmick bgst!!!). Semoga apa yang kami lakukan di tempat kami KKN sedikit memberi manfaat. Aaammiin.
Selama satu bulan(kurang lebih) berKKN, aku merasa aku pribadi menjadi sangat lebih baik(sudah aku ceritakan di tulisan-tulisanku sebelumnya, baca aja sendiri). Kali ini, sebagai tulisan terakhir dalam seri KKN, aku akan bercerita mengenai teman-teman KKNku(yang aku ingat saja, kalian terlalu banyak). Pertama, kelompok KKNku(kelompok kecil kami). Ada mas danang, fazaabaik, aku, mbak annisa, mbak winwin, mbak farida, itsliliii, mbak divaryn, dan mbak mapala. Mereka semua sangat baik. Aku merasa kami bisa langsung menemukan chemistry sejak awal kami bertemu untuk pertama kali. (Jujur, sebelumnya, dengan kondisiku yang ada, aku ingin mengundurkan diri dari kegiatan KKN, tapi melihat kalian aku jadi semangat dan mantap untuk berKKN).
Pak Danang sebagai ketua, aku tidak tahu harus bilang apa, sejak awal aku sudah yakin, anda lah ketua yang tepat(setidaknya dibandingkan aku dan mas faza) dan nyatanya memang begitu. You’re The Best Leader Ever, setidaknya dalam kelompok kecil ini wkwkwk. Terima kasih pokoknya pak ketua. Selanjutnya Mbak Annisa sebagai sekretaris kedua, Thanks Mbak tanpamu apalah artinya diriku. Lovyu 123 pokoknya. Lalu Mbak Diva sebagai bendahara, gatau pokoknya terima kasih aja. Mbak Dian sebagai humas, terima kasih banyak mbak, anda adalah pawang pak eko yang tepat(dan tolong jangan nanyi mafia hukum lagi). Mas Faza dan Mbak liliii sebagai PDD, terimakasih atas dokumentasi-dokumentasi dan konten yang sangat mashooook. Kalian Terbaek. Terakhir, Mbak Winwin dan Mbak Farida, mohon maaf aku lupa jobdesc kalian apa, tapi kalian semangatku mbaaak. Muaaah.
Di luar kelompok kecil ini aku juga sangat berterima kasih kepada teman-teman dari kelompok besar(sumpah awalnya aku tidak setuju adanya kelompok besar, tapi apalah arti diriku, dan ternyata menyenangkan juga ada kelompok besar). Pertama tentu saja our lord mas fiiki, sebagai rakyat karanggede, anda sudah melakukan yang terbaik. wis pokok e sampeyan jos. Selanjutnya Mbak Daraa, Anda perempuan kuat mbak. Berikutnya, Mas Hendra, tanpamu kami kere dan kemproh mas. Mas Abdul, terima kasih sudah mengakrabkanku dengan Pak Paimin. Mas Rohim, ngomong o mas, TEKNIK!!!. Mbak Nana, terima kasih untuk jeday dan ikat rambutnya. Mbak Devimartinaa dan Mbak Sherly, aku suka lupa kalian yang mana tapi aku ingat nama kalian. Mbak Nofi Tasbihah, ojo ngguyu terus to mbak senyummu itu lhooo. Mbak Ningsih, Anda perempuan tersangar yang pernah aku temui mbak(setelah windi tentu saja). Mbak Wahyu, Fakyu!!! tapi kalau boleh jujur, anda pinter mbak, setidaknya di grup besar ini, aku merasa framework mbak wahyu yang paling mashok. btw, kita sudah bermaafan, kita teman ya kan?. Terakhir mbak-mbak lain yang ada banyak sekali dan aku tidak hafal siapa kalian(kesalahanku, aku memang pelupa), tapi kalian sangat seru dan menyenangkan, semoga kita tetap berteman setelah ini.
Sebagai kesimpulan, aku benci KKN kali ini, KKN seharunya menjadi momen bagi mahasiswa untuk turun dari menara gading dan melebur bersama masyarakat, menjadi sebenar-benarnya agent of change dan pemecah masalah yang ada di masyarakat, tapi KKN yang aku jalani kali ini tidak pernah menjadi KKN yang seperti itu. KKN kami cuma gimmmick. Pencitraan dan Cosplay menjadi mahasiswa yang bermanfaat. Ah, Fuck Off. Apa yang bisa diharapkan dari waktu satu bulan tanpa modal dan pembekalan yang entahlah???.
Namun, secara pengalaman, aku bahagia. Terutama atas bertambahnya teman-teman baru yang menyenangkan. Terima Kasih. Semoga KKN berikutnya bisa menjadi sebenar-benarnya KKN.
Ohiya, terakhir, sedikit pesan untuk bapak DPL kami tercinta, Rokok njenengan mboten enak pak, gantio surya… ora surya ora…!!!