180822

Aku menulis ini setelah minum antidepresan yang entah ke-berapa. Jatungku mulai berdebar lemah, dan aku mulai mengantuk. Beberapa hari belakangan kantukku hanya sekedar kantuk. Aku tetap tidak bisa tidur. Entahlah. Aku dulu sempat percaya slogan “tubuhku otoritasku”(My Body My Authority), tapi sekarang tidak lagi, aku seakan tidak punya otoritas atas tubuh atau diriku sendiri. Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri, termasuk perasaanku. Aku tahu dan memang sedari awal diberi tahu oleh dokter bahwa efek samping antidepresan yang aku minum salah satunya yaitu membuat mood berubah-ubah tapi…, ah, entahlah.., aku bingung bagaimana mendeskripsikannya dengan kata-kata.

Aku sudah beberapa hari ini tidak menulis. Aku menghabiskan hari dengan teman-temanku dan terkadang menangis sendirian di malam harinya. Tapi aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Tubuh dan perasaanku seakan melakukan segalanya sesuai kehendaknya. Tapi… Ya sudahlah. Bodoamat.

Beberapa hari ini aku berkeinginan menulis beberapa hal yang serius(tidak terlalu juga sih), tapi entah mengapa aku kehilangan semangat dan semuanya berujung masuk ke folder sampah. Inspirasi seakan datang begitu saja lalu pergi. Tapi.. sekali lagi, ya sudahlah. Aku bukan penyerah dan orang yang putus asa. Aku hanya tidak peduli dan menikmati semuanya.

Hari ini aku potong rambut dan melinting rokok. Aku tidak tahu kenapa aku perlu menulis itu, tapi ya sudahlah. Ohiya, aku ingin kembali membaca tulisan-tulisan murakami, sayangnya di waktu kosongku aku lebih banyak tidur dan merenung di pinggir jalan. Aaargh… Entahlah.. Ngomong-ngomong, belakangan aku sadar, selain absurd, dunia ini juga indah. Aku melihat rumput(yang aku tahu menurut kalian pasti biasa saja) dan entah mengapa tiba-tiba aku merasa rumput itu indah. Aku juga suka melihat mawar, dan bunga-bunga lain yang entah apa namanya. Aku tidak tahu mengapa, entah aku yang jadi terlalu melankolis atau bagaimana, tapi semuanya terasa begitu indah. Aku suka diam dan hanya melihat. Semuanya terasa menyenangkan jika kita memposisikan diri sebagai penonton. Tenang. Nyaman.

Ah sudahlah, omong kosong hari ini cukup segini saja, aku ingin merokok. Selamat Tidur. Semoga esok dunia masih ada dan Kita masih hidup.