Nietzsche, Camus, dan Wisnu

Aku menulis ini dalam kondisi mengantuk dan hanya bertujuan untuk kesenangan pribadi. Segala yang aku tulis dalam tulisan ini merupakan hal yang sifatnya opini pribadi ngawur(yang tentu saja sesat serta tidak berdasar) sehingga tidak bisa dipahami secara mentah-mentah. Kesalahan pemaknaan pembaca atas tulisanku ini menjadi resiko yang ditanggung pembaca itu sendiri.

Aku ingin bercerita tentang Nietzsche, Camus, dan Wisnu. Ya, Benar. Nietzsche, Camus, dan Wisnu yang itu.

Nietzsche, dalam karya-karyanya(yang banyak sekali dan susah dipahami) membicarakan(salah satunya) tentang Eksistensialisme. Makna Keberadaaan. Nietzsche berpandangan(sekali lagi nek ra salah) bahwa “keberadaan” kita ini sebenarnya tidak jelas. Semua nilai moral, pengetahuan, makna dan kebenaran yang kita(manusia) gunakan itu tidak berdasar. aneh. dan tidak masuk akal. Semua hal itu membuat beliau bingung(yak e) dan jawaban yang Nietzsche berikan atas kebingungan itu adalah nihilisme. Apa itu? Baca sendiri. Pada intinya, Nieztsche memandang bahwa untuk menghadapi ketidakmasukakalan hidup ini, yang perlu kita lakukan adalah Fatum Brutum Amor Fati. Meski takdir(hidup) terkadang suram, yang perlu kita lakukan adalah menerima dan mencintainya, apapun itu.

Selanjutnya aku ingin bercerita tentang Camus. Sama seperti nietzsche, lewat karya-karyanya(yang sumpah bagus dan enak dibaca) beliau juga membicarakan mengenai Eksistensialisme. Camus berpandangan bahwa memang hidup ini absurd. Hidup ini aneh dan tidak masuk akal, dan memang begitu. Sehingga yang perlu kita lakukan adalah tidak perlu memikirkannya, alias prek rasah gatekke. kita hanya perlu menikmatinya. enjoy.

Berikutnya soal wisnu, lewat bacotannya, wisnu berpendapat bahwa semua permasalahan eksistensialisme kehidupan yang fafifuwasweswos dipaparkan secara rumit oleh Nietzsche, Camus, dan banyak filsuf-filsul lain itu sebenarnya buang-buang waktu(dan juga kertas) saja. Kita hanya perlu menjalani hidup. Apapun yang terjadi, pokokmen “Yowis rapopo”.

Tapi, yang lebih penting lagi daripada semua itu adalah aku sudah mengantuk. Jadi mari sudahi saja tulisan omong kosong ini dan tidur. Persetan dengan hari depan. Sebab aku sendiri tak pernah tau esok akan bangun lagi atau tidak. bye.