Salam
Hai,
Aku menulis ini di pagi hari(atau mungkin siang, entahlah, waktu itu fana, kita abadi) setelah semalaman suntuk berkumpul dengan teman-teman yang baik dan menonton latihan wayang sebagai obat kecewa karena fstvlst gagal konser. Babi memang. Hingga pagi(atau siang) ini aku masih kecewa. Semoga kalian mendapat ganjaran yang setimpal wahai panitia together is fak!
Ohiya, aku mengawali tulisan ini dengan hai karena aku mendengar bahwa jurnal pribadi ini mulai mempunyai pembaca selain aku sendiri. Aku agak malu sebenarnya, sebab sebagai sebuah jurnal pribadi, semua tulisan di sini tanpa sensor dan tanpa pertimbangan matang-matang. Aku menulis sekali dan begitu saja. Aku ibarat bercerita pada alat perekam, untuk kemudian kuputar ulang dan kudengar sendiri. Semuanya untuk pribadi. Tanpa sensor. Telanjang.
Kini, mendengar ada pembaca lain selain diriku membuatku agak sedikit berpikir sebelum menulis, tapi terlalu banyak berpikir membuatku tidak pernah menulis, dan tidak pernah menulis membuat keresahanku tidak tertampung. Aku seperti tidak lagi mengenal diriku sendiri. Maka aku putuskan untuk bodoamat dan terima kasih wahai pembaca jurnal ini. Aku mohon maaf jika tulisan-tulisan yang ada di sini begitu mentah dan tidak teratur, karena barangkali memang begitulah aku. Selamat membaca. Sekali lagi aku ingatkan ini jurnal pribadi. Aku melepas semua topengku di sini. Aku menjelma tulisan di sini. Semoga tulisanku tetap ada hingga aku tiada. Mendengar aku memiliki pembaca, aku seketika merasa bahwa barangkali pram benar, menulis adalah untuk keabadian.
–
Kepada pembaca selain aku,
Terima Kasih,
Tangisilah hidup karena memang hidup terkadang bengis, tapi jangan terus menangis.
Menjalani hidup adalah menghadapinya tanpa tapi.
Sedih dan Tawa adalah adalah sama.
Mari menghidupi hidup sepenuhnya!