PLP
Sebenarnya aku sudah ingin menulis ini sejak lama, namun apa daya aku lupa(yap, aku memang pelupa) dan entah mengapa aku tidak mendapat kesempatan untuk menulis. Kali ini aku punya kesempatan untuk menulis, namun sialnya aku lupa apa yang akan aku tulis. Hidup memang sering tidak berjalan sesuai rencana bukan? but show must go on , mau tidak mau hidup harus terus berjalan, karena itu aku tulis saja tulisan ini. Apa yang akan aku ceritakan? entah. Baca saja sampai akhir.
Aku ingin bercerita soal PLP. Apa itu PLP? cari tahu sendiri. Nah itulah PLP. Aku mendapat tempat PLP di sekolahku dulu. Aku bertemu dengan guru-guruku kembali. Rasanya menyenangkan. Sangat menyenangkan. Aku juga mendapat beberapa kawan baru, dan aku sudah hafal nama kalian semua gaes. Aku tidak akan menyebutkan satu persatu di sini, sebab untuk apa, toh aku sudah hafal. Selain itu semua, aku berkesempatan untuk belajar bersama adik-adik(atau murid)ku. Mereka semua sangat beragam dan menyenangkan. Aku tentu tidak bisa menghafal nama dan karakter mereka satu persatu(1 Bulan, 6 kelas, ratusan siswa, MANA MUNGKIN COY?!). Aku hafal beberapa dari mereka, tapi sekali lagi, aku tidak akan menyebutkan satu persatu di sini. Aku sudah hafal. Namun, itupun hanya segelintir. Tulisan ini akan berakhir sangat singkat jika aku hanya bercerita soal mereka saja. Jadi, meskipun aku tahu aku seharusnya tidak menggenalisir sifat atau karakter individu perorangan dengan kelompok perkelas, persetan saja dengan semua itu. Aku akan menceritakan kesanku ketika belajar bersama adik-adik(atau murid)ku tiap kelas.
XI IPS 1
Pertama masuk kelas ini, aku lewat pintu(tentu saja). Seperti rumor yang aku dengar dari guru-guru, kelas ini sangat aktif dan kritis. Ketika presentasi dan tanya jawab, sekitar 3/4 siswa di kelas ini aktif melontarkan maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis. Begitupun ketika aku mengajar, mereka tidak segan-segan mempertanyakan dan menggugat setiap pernyataan yang aku keluarkan. Aku merasa menjadi sokrates. Aku bahagia. Ah, seandainya semua anggota Dewan Perwakilan adalah manusia seperti kalian-kalian ini, tentu semuanya akan menyenangkan. Kepada kalian semua makhluk penghuni kelas XI IPS 1, kalian sangat luar biasa. Pertahankan semangat kalian. Kelak, tolong gantikan orang-orang yang sekarang menjadi anggota Dewan Perwakilan itu, mereka tidak bermutu. lovyu yolipsichi….!!!
XI IPS 2
Entah kata apa yang sanggup menggambarkan kesanku ketika masuk ke kelas ini. Kelas yang luar biasa(kelas macam apa yang menjual risol, sate kentang, susu kedelai, nasi padang dan terima rosok?!!). Aku merasa bertemu kawan lama. Aku sempat beberapa kali berkumpul bersama murid-murid penguni kelas ini di luar jam pelajaran dan kurasa aku belum terlalu tua untuk mengobrol dan bercanda dengan mereka. Entah aku yang memang masih muda atau kalian yang menua sebelum waktunya(ini bercanda, jangan tersinggung). Pada intinya, kalian menyenangkan. Aku rasa negara ini sangat beruntung memiliki penduduk dan generasi penerus seperti kalian. Negara ini akan bahagia. Aku berencana akan mengucapkan aku sayang kalian, tapi hubungan kita baru terjalin satu bulan. Aku baru jatuh cinta pada kalian. Rawat terus kebahagiaan kalian. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan. Aku bersyukur pernah bertemu kalian. Sungguh. Jangan lupakan aku. Mari kita lanjutkan hubungan ini.
XI IPS 3
Seperti dulu, kelas ini terletak di pojok, seakan terisolasi dari kelas lainnya. Aku pernah berada dalam kelas dengan kondisi yang sama. Aku tahu rasanya. Aku bangga kalian masih sanggup mengumpulkan semangat untuk pergi ke kantin. Terus pertahankan semangat itu, sebab kantin adalah kunci kehidupan. Tanpa kantin, sekolah hanya sekedar sekolah. Kantin adalah ruang publik yang harus dijaga, dan mengunjunginya secara rutin adalah bentuk penjagaan terbaik. Mewakili kantin sekolah, aku sangat berterima kasih kepada kalian. Tolong terus kunjungi kantin. Roda perekonomian republik ini harus berputar. Belanjakan uang kalian. Sejahterakan mboke dan rekan-rekan! Hidup siswa-siswi XI IPS 3 yang tetap jajan!!!
XI IPS 4
JIka ada satu kata yang harus diucapkan untuk menggambarkan kelas ini, aku akan mengucapkan kata “PEH”. Kelas ini sangat penuh dengan semangat dan energi. Ketika pelajaran, hampir 3/4 siswa kelas ini aktif dan berbicara. Bahkan saling debat sesama mereka. Penghuni kelas ini juga sangat kreatif dan pemberani. Aku seperti melihat kelas XI IPS 4 zamanku dulu. Kepada kalian penghuni kelas XI IPS 4, ingat obrolan kita ketika itu, tunjukkan di akhir!!! OJo slenco lurrr…!!!
X - 1
Kelas ini seperti indonesia, penduduknya sangat beragam. Muda, Aktif, dan Lucu. Kalian seperti kucing kecil. Aku tidak akan banyak bercerita soal kalian. Keunikan kalian harus dilihat dan dirasakan langsung. Aku hanya berharap yang terbaik untuk kalian. Jangan terlalu pusingkan hari depan. Waktu itu fana. Jalani hidup kalian saat ini sebahagia mungkin. Nikmati serunya rasa penasaran dan kesal ketika belajar. Apapun itu. Ohiya, tapi ingat. Seperti kata Jason Ranti, Nakal boleh, Jahat jangan.
X - 2
Aku ingin bercerita banyak soal kelas ini, tapi aku sudah mengantuk. Doa dan harapan baik untuk penduduk kelas ini. Jangan lupa mandi. Jangan takut bertanya. Jangan lompat dari jendela, sekolah sudah menyertakan pintu di bangunan kelas kalian, tolong hargai itu. Tetap semangat, jalan kalian masih panjang. Jalan kalian adalah milik kalian sendiri. Jalanilah sebaik mungkin. sepuas mungkin. Karena hidup adalah tempat sejuta(kurang lebih) mungkin. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya X-2..!!!