100822
Aku menulis ini di malam hari menjelang pagi. Aku susah tidur. Ah iya, malam ini aku masih harus minum obat lagi. Aku merasa sudah sembuh, tapi dokter berkata lain, beliau menyuruhku untuk tetap meminum obat sialan itu beberapa bulan ke depan. Aku ingin tidak mematuhinya, tapi aku sadar beliau lebih tahu(jadi dokter mahal dan susah, aku tahu dan aku menghargai itu).
Meski begitu, aku merasa baik-baik saja belakangan ini. Atau barangkali aku hanya merasa masa bodoh, dan semua kuanggap baik-baik saja. Tapi apa bedanya, bukankah yang penting aku baik-baik saja? Sudahlah, aku bingung dan lelah dengan diriku sendiri.
Aku jadi sadar, aku tak pernah(atau aku harap hanya belum) selesai dengan diriku sendiri. Bagaimana aku bisa memikirkan orang lain? Bagaimana aku bisa sok-sokan ingin memberiku untuk orang lain? ah barangkali aku memang bodoh. Tapi ya sudahlah. Seperti lirik lagu nirvana.
The day is done
But I’m having fun
I think I’m dumb Or maybe just happy
Think I’m just happy
Think I’m just happy
Think I’m just happy
Selamat Malam. Mari tidur saja. Siapa tahu esok kita bangun menjadi kecoa seperti cerita kafka. bye.