Judi
Aku menulis ini untuk diriku sendiri. Selain sebagai catatan bahwa aku pernah melakukan tindakan “dosa” dan “kriminal”. Aku juga menulis ini sebagai hiburan. Yang bodoamat menghibur atau tidak. Yang penting aku pernah berjudi wkwkwk
Aku rasa, awal aku mencoba berjudi karena aku punya akses dari seorang teman. Aku menemukan situs judi online yang benar-benar membayar ketika kita ingin menarik uang kita. Situs yang legit. Jika ada yang beranggapan bahwa tidak ada orang yang kaya karena judi. Aku setuju. Aku mencoba berjudi bukan untuk menjadi kaya. Lagipula aku sudah 23 tahun hidup menjadi orang yang tidak kaya, dan bagiku tidak kaya bukan masalah. Kekayaan bukan hal yang perlu dicapai. Aku berjudi karena ingin merasakan sensasinya. Aku membayangkan diriku menjadi seorang Alexei Ivanovich dalam The Gamblernya Dostoevsky. Meski judi yang aku lakukan berbeda dengannya. Yang penting judi.
Awal mula aku mencoba berjudi dengan modal 25 ribu rupiah. Aku bertaruh 200 dalam setiap putaran. Sialnya aku menang dan memperoleh jackpot. Lambat laun aku menjadi butuh tantangan lebih. Terbawa suasana. Saat menulis tulisan ini, terakhir kali aku berjudi aku rasa aku telah bertaruh 10.000 dalam setiap putaran. Modal yang aku habiskan barangkali mencapai 1 juta rupiah. Bukan nominal yang terlalu besar bagi seorang pejudi. Tapi sangat besar bagiku yang hanya ingin mencoba sensasi berjudi wkwkwk. Kini setelah sekian lama berjudi, aku mendapat beberapa hal. Yang pertama tentu saja pengalaman. Aku cukup bisa untuk sombong dan bercerita ala-ala mafia las vegas. Aku sanggup menceritakan bagaimana rasanya jantung berdegup ketika kita mempertaruhkan sejumlah uang. Bagaimana senangnya ketika mendapat jackpot. Juga bagaimana kalapnya ketika kita hampir mendapatkan jackpot namun tidak jadi. Seakan ada rasa untuk membalas dendam. Nah, aku rasa, perasaan untuk balas dendam inilah yang membuat para pejudi menjadi jatuh ke dalam kemiskinan (termasuk aku wkwkwk).
Barangkali jika pejudi mau berhenti ketika (jika beruntung)mendapat jackpot, ia akan memperoleh keuntungan. Sayangnya, perjudian seakan didesain untuk membuat penjudi bukannya berhenti, namun malah menambah taruhannya untuk mendapat jackpot yang lebih besar(yang peluangnya sangat kecil). Perjudian memanfaatkan keserakahan, hasrat, dan sifat dendam manusia. Juga sifat alami manusia untuk bermain. Sebuah jebakan yang fatal.
Aku sendiri berhasil berhenti setelah kehilangan cukup lumayan. Meskipun bagiku uang bukan masalah, Aku rasa itu sepadan dengan pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan secara langsung. Terkadang rasa ingin tahu memang membutuhkan pengorbanan wkwkwk. Aku rasa berhasilnya aku berhenti juga karena memang dari awal niatku bukan untuk mencari uang. Aku hanya memuaskan rasa penasaran, kini aku sudah puas. Beberapa kasus yang aku temukan, rata-rata orang yang berjudi kesulitan untuk lepas dari kebiasaannya berjudi. Aku rasa itu karena jebakan fatal yang memanfaatkan sifat alami manusia tadi.
Untuk para penjudi atau orang yang ingin mencoba berjudi dan barangkali membaca tulisan ini, yep, judi memang menyenangkan(aku akui itu, sesasinya memang mendebarkan) tapi jebakan alaminya mengerikan. Jika kalian orang yang punya banyak uang, aku rasa kalian bisa kehilangan banyak uang tanpa sadar karena jebakan itu. Jadi, jika kalian berjudi untuk menjadi kaya, urungkanlah. Jika kalian berjudi untuk mencari pengalaman, maka berhati-hatilah. xixixi…