revival
Aku patah dan jatuh menulis karena tangis. Kini aku tumbuh kembali karena tangis.
Aku akan menulis kembali, sebagaimana aku menyukaimu kembali entah sejak dan sampai kapan. Aku akan menulis tanpa intensi apapun, sebagaimana aku menyukaimu tanpa alasan dan tujuan apapun. Aku akan terus menulis meski tanpa hasil apa-apa, sebagaimana aku akan terus membersamaimu meski tanpa tahu akan berakhir seperti apa.
Aku menjadi sysiphus yang bangkit lagi. Aku dionysius yang mendapat cahaya kembali. Aku bintang yang hidup kembali.
Karena tangismu.
–
Kepada apapun, dan siapapun yang aku suka.
Terima kasih telah ada.
Kepada kamu, yang mudah menangis.
Tangismu adalah daya hidupku. Tangismu adalah kutukanku. Aku tak pernah tahu bagaimana dan mengapa tapi aku telah jatuh padamu. Entah sampai kapan.