Bunga Pertama

Aku sudah lupa-lupa ingat kisah nabi-nabi. Tapi hari ini tiba-tiba aku ingin mengingat kembali tentang kisah Nabi Adam. Dari sekian banyak kisah tentang beliau yang aku dengar atau baca, aku hanya ingat tentang bagaimana beliau diusir dari surga. Bagaimana beliau hidup di surga, aku lupa. atau barangkali aku memang tidak tahu.

Aku penasaran, ketika beliau tiba di dunia(atau bumi), kira-kira seperti apakah pendapat beliau melihat bumi kita dibandingkan surga? Apakah sama? Atau mirip-mirip? terutama pohon-pohon dan bunganya. Sebab setahuku di surga juga ada pohon, bahkan buah, maka tentu juga ada bunga. Apakah bunga di sini sama indahnya? ataukah jauh sekali jika dibandingkan bunga di surga? ah, atau jangan-jangan beliau tidak peduli. Sebab beliau harus menemukan siti hawa terlebih dahulu.

Rasa penasaranku muncul sebab aku baru saja melihat bunga. Tentu ini bukan bunga pertama yang aku lihat. Tapi ini bunga pertama yang membuatku sadar akan keindahan bunga. Ah, barangkali memang aku yang selama ini bodoh dan tidak peduli. Bunga itu kecil. Berwarna putih. Tumbuh dari pohon yang entah apa nama atau jenisnya.

Bunga itu muncul dari pohon begitu saja. Tanpa tanda-tanda. Aku menyirami pohon itu setiap tidak hujan. Terakhir kali aku menyirami pohon itu, ia terlihat biasa saja. Kecil. Pendek. Tumbuh seadanya dengan beberapa daun yang menguning. Aku merasa dekat dengan pohon itu karena kita mirip(barangkali ini perasaanku saja). namun, pagi ini daun-daun yang menguning itu hilang. Semua daunnya berwarma hijau segar dan di ujung-ujung batangnya terdapat bunga itu. Bunga kecil berwarna putih. Cantik.

Aku pernah membaca bahwa perasaan manusia akan estetika (indah, cantik, dsb) itu sangat subjektif. Berbeda-beda tiap individu. Semua itu muncul dalam otak, dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu yang aku ingat adalah gen. Gen yang menurun dari leluhur-leluhur kita memiliki preferensinya masing-masing akan keindahan. Tapi sekarang bodo amat dengan semua itu. Aku masih tidak paham mengapa aku jatuh hati pada bunga putih kecil ini. Aku telah hidup setidaknya selama 21 tahun. Selama itu pula aku telah melihat banyak pohon dan bunga(meskipun tidak semua bunga, tapi banyak). Dan aku baru sadar bahwa bunga itu indah. Hari ini. Pagi tadi. Oleh bunga kecil putih.

Jika entah bagaimana bunga putih kecil itu bisa tahu perasaanku. Aku ingin berkata bahwa sebagai bunga, kamu cantik. Aku bersyukur pernah melihatmu. Aku mencintaimu.