Lari Pagi

Lari Pagi
Sudah lama aku ingin lari pagi. Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa aku ingin lari. Pertama, aku kurang olahraga. Tubuhku sangat lemah, dokter menyarankan aku untuk berolahraga. Menurut beliau olahraga yang paling mudah dan efektif untukku adalah lari. Kedua, orangtuaku telah lama rutin lari pagi. Mereka bisa membangunkanku untuk bangun pagi dan aku bisa lari pagi bersama mereka. Aku punya support system untuk memudahkanku berlari. Berikutnya, alasan ketiga adalah video ini.

Niat dan Semangat
Aku sangat ingin lari pagi. Kesungguhanku dalam keinginan untuk berlari bahkan membuatku membeli sepatu lari sebelum aku benar-benar berlari. Suatu tindakan gegabah dan impulsif yang kini aku sesali. Aku juga sudah menyiapkan rute yang akan aku lalui untuk berlari. Aku telah berlatih pemanasan untuk berlari. Aku bahkan telah melihat puluhan video youtube mengenai tips berlari. Namun, perencanaan dan eksekusi memanglah hal yang berbeda. Keinginan dan kenyataan adalah hal yang berbeda.

gagal lari
Niat dan semangat saja ternyata tidak cukup. Aku lupa ini sudah pagi ke-berapa aku gagal berlari. Aku lelah mencoba dan aku lelah menghitung telah berapa kali aku mencoba. Tubuhku seakan menolak untuk berlari. Tak peduli aku tidur malam jam berapa. Setiap pagi tubuhku selalu terasa mengantuk dan lemah. Aku coba memaksakan diri, tapi aku tak sanggup mengalahkan diriku sendiri. Beberapa hari ini tiap pagi aku juga harus minum obat. Obat yang membantuku menghilangkan rasa khawatir dan cemas tidak jelas, tapi membuatku lemah dan mengantuk setelah meminumnya. Ditambah lagi, sepatu lari yang aku beli ternyata tidak muat untuk aku pakai. Aku merasa takdir memang menuntunku untuk tidak lari pagi. Aku lebih baik tidur lagi.

Sejujurnya, aku masih ingin berlari. Entah di pagi ke berapa nantinya aku akan benar-benar berlari.